FiveDistro.Net – Anda pernah duduk di bangku sekolah menengah atas bukan? Jika iya, dan dapat saya pastikan iya, tentu Anda pernah tergabung dalam sebuah kelompok tertentu, ya atau bisa di sebut geng-gengan gitu seperti sinetron yang sedang ngehits saat ini, Anak Jalanan. Heran juga sih sebenarnya, kok bisa sinetron ini begitu tinggi meraih reting acara televisi, padahal kalau ditilik lebih dalam lagi, sebenarnya sinetron ini mengajarkan nilai yang hemat tim KEEP UP kurang baik bagi pertumbuhan remaja.

Bagaimaa tidak, seolah senetron ini mengajarkan agar bangga dengan gengnya, perkelahian. Yang kami takutkan adalah hal ini ditiru oleh siswa-siswa sekolah menengah. Membangkitkan mereka akan kebanggaan terhadap kelompok dan menuntut mereka untuk menunjukan eksistensi dengan mohon maaf ‘amoral’. Hal semacam ini tim KEEP UP alami pada masa sekolah dulu. Banyak tawuran terjadi antar geng karena mereka ingin menunjukan eksistensi, tak jarang sampai harus berkorban nyawa. Naudubillah.

Namun kalaupun Anda tidak pernah tergabung dengan sebuah kelompok geng, tentu Anda pernah melihat rekan-rekan Anda yang tergabung dengan sebuah kelompok atau geng di masa sekolah dulu.

Berbeda dengan ‘geng’ yang satu ini, The-Five. Sesuai namnya, kelompok ini terdiri dari lima orang sahabat sebuah sekolah mengah atas, MAN 2 Parepare. Adalah Muhammad Yusran Hadysurya bersama dengan ke empat sahabatnya yakni A. Latif Hakim, Muh. Taufik Wahab, Andi Sardi dan Muhammad Kadir yang ahirnya membawa ‘geng’ ini menjadi sebuah bisnis pakaian distro yang cukup digemari oleh anak muda Parepare saat ini.

Bagaimana ceritanya dari geng SMA bisa jadi sebuah bisnis pakaian distro?

Bermula dari eratnya persahabatan kelima rekan ini selama masa sekolah, rupanya juga masih mereka pertahankan meski sudah lulus dan terpisah ke berbagai tempat di Indonesia berkat menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Ya, perkembangan teknologi informasi memudahkan mereka untuk terus menjalin silaturahimi melalui berbagai media telepon, sms, maupun social media.

Guna menambah nilai pada tali silaturahim yang telah mereka bangun, ahirnya ke lima sekawan ini memutuskan untuk membawa kekompakannya ke ranah bisnis. Lahirlah bisnis distro online Five Distro pada tahun 2012.

Awal mula perjalanan bisnis ini dimulai Yusran yang memang kebetulan menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi di Bandung sehingga memudahkan mereka untuk mengeksekusi bisnis pakaian distro online. Mereka berlima mulai memetakan potensi dan peluang pasar dari pakaian distro, dan Yusran yang berada di Bandung diberi tugas untuk memetakan dan menjalin kerjasama dengan clothing line yang memang menjamur di Bandung untuk kebutuhan tempat porduksi pakaian distro.

Strategi pemasaran yang di pilih pada saat pertama kali bisnis pakaian distro ini diluncurkan adalah dengan strategi marketing online. Karena memang pada saat itu, media sosial cukup berkembang di Indonesia. Perlahan namun pasti, pasarnya diterima masyarakat dengan baik, baik dari berbagai wilayah di Indonesia terutama di daerah Sulawesi Selatan.

Melihat respon pasar yang cukup bagus, pada bulan Juli 2013 ahirnya mereka memutuskan untuk membuka outlet offline sekaligus sebagai official Five Distro di Kota Parepare. Dengan menyasar segmentasi anak muda dengan nilai tawar distro yang original, berkualitas dan tentunya harga yang cukup terjangkau membuat toko pakaian distro ini berkembang pesat. Hanya dalam dua tahun, kelima rekan ini mampu membuka cabang distro offline di Kota Mamuju.

“Kuncinya adalah kreatif dan inovatif dalam menghadirkan konsep produk. Seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini begitu menjamur bisnis pakaian distro di Indonesia, tentu persaingannya juga sangat ketat. Melihat kondisi seperti ini mau tidak mau kami harus lebih kreatif dan inovatif dalam menghadikan produk pakaian distro.” ungkap Yusran.

Produk yang dijual di kisaran harga Rp 90.000,00 sampai Rp 300.000,00

Leave a Comment

Your email address will not be published. Marked fields are required.